10 Jenis Tanaman Beracun di Indonesia

10 Jenis Tanaman Beracun di Indonesia

Indonesia merupakan rumah bagi berbagai macam tanaman, banyak di antaranya memiliki keunikan dan kualitas yang bermanfaat. Namun, penting untuk mewaspadai potensi bahaya tanaman tertentu, karena mungkin beracun atau berbahaya jika tertelan atau bersentuhan dengan kulit. Berikut 10 contoh tanaman beracun yang bisa ditemukan di Indonesia.

1. Jarak Pagar (Jatropha curcas)

Jarak Pagar atau dikenal juga dengan kacang jarak adalah tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Bijinya mengandung zat beracun yang disebut curcin, yang dapat menyebabkan muntah, diare, bahkan kematian jika tertelan dalam jumlah banyak.

2. Kecubung (Datura metel)

Kecubung atau dikenal juga dengan terompet setan merupakan tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia. Namun daun dan bijinya mengandung alkaloid yang dapat menyebabkan halusinasi, delirium, bahkan kematian jika tertelan.

3. Saga (Abrus precatorius)

Tanaman saga yang juga dikenal sebagai rosary pea merupakan tumbuhan merambat tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Bijinya berwarna merah cerah dengan bintik hitam dan sangat beracun. Tertelan dapat menyebabkan mual, muntah, dan bahkan kematian.

4. Kuping Gajah (Dieffenbachia)

Kuping Gajah, juga dikenal sebagai tongkat bisu, adalah tanaman hias yang umum di Indonesia. Daunnya mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi parah dan pembengkakan pada mulut dan tenggorokan jika tertelan.

5. Lantana (Lantana camara)

Lantana merupakan tanaman hias populer yang banyak ditemukan di Indonesia. Daun dan buahnya mengandung racun yang dapat menyebabkan muntah, diare, bahkan kerusakan hati jika tertelan dalam jumlah banyak.

6. Senggani (Euphorbia)

Senggani, juga dikenal sebagai spurge, adalah tanaman sukulen yang ditemukan di Indonesia. Getah susunya mengandung racun yang dapat menyebabkan iritasi kulit bahkan kebutaan jika terkena mata.

7. Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)

Belimbing Wuluh atau dikenal juga dengan belimbing wuluh adalah buah yang biasa digunakan dalam masakan Indonesia. Namun, jusnya bisa menjadi racun jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, menyebabkan kerusakan ginjal bahkan kematian.

8. Sirih Gading (Cocculus hirsutus)

Sirih Gading, juga dikenal sebagai ikan berry, adalah tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Buahnya mengandung alkaloid beracun yang disebut picrotoxin, yang dapat menyebabkan kejang dan bahkan kematian jika tertelan.

9. Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus)

Kecipir, juga dikenal sebagai kecipir, merupakan kacang-kacangan yang umum dikonsumsi di Indonesia. Namun akar dan daunnya mengandung zat beracun yang disebut rotenone, yang dapat menyebabkan gagal napas bahkan kematian jika tertelan dalam jumlah banyak.

10. Kecil-kecil (Cerbera odollam)

Kecil-kecil, juga dikenal sebagai pohon bunuh diri, adalah tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Bijinya mengandung glikosida jantung kuat yang disebut cerberin, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan kematian jika tertelan.

Baca Juga: 10 Tumbuhan Bersejarah yang Punah

Mengapa Kecipir Beracun Namun Masih Banyak Di Konsumsi ?

Mengapa kecipir, sejenis sayuran yang berasal dari keluarga labu-labuan, dianggap beracun namun masih banyak dikonsumsi? Pertanyaan ini mungkin muncul di benak banyak orang yang penasaran tentang keamanan asupan makanan mereka. Kecipir, juga dikenal dengan nama jipang atau kacang kucai, memang memiliki rasa dan aroma yang khas, namun juga memiliki kandungan racun yang cukup tinggi, terutama pada bagian biji dan kulitnya.

Meskipun demikian, banyak orang masih mengonsumsi kecipir karena dianggap memiliki banyak manfaat kesehatan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Kecipir mengandung banyak nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin A, serat, dan mineral seperti kalsium dan kalium. Selain itu, kecipir juga diketahui memiliki sifat antioksidan yang tinggi, sehingga dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit dan radikal bebas.

Namun, perlu diingat bahwa konsumsi kecipir harus dilakukan dengan hati-hati. Bagian biji dan kulit yang beracun harus dibuang terlebih dahulu sebelum dimasak atau dikonsumsi. Selain itu, kecipir juga tidak dianjurkan dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu seperti gangguan ginjal atau penyakit autoimun.

Dalam kesimpulannya, kecipir memang memiliki potensi racun yang tinggi, tetapi tidak menghilangkan fakta bahwa kecipir juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Oleh karena itu, jika ingin mengonsumsi kecipir, pastikan untuk membuang bagian biji dan kulit terlebih dahulu dan konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Comments are closed.