Manfaat Tengkawang Tungkul

Tengkawang Tungkul

Pohon Tengkawang Tungkul

Tengkawang Tungkul – Tengkawang Tungkul adalah nama buah dan pohon dari genus shorea yang buahnya menghasilkan minyak nabati. Tanaman ini menjadi maskot flora provinsi Kalimantan Barat. Tengkawang Tungkul telah ada ratusan tahun lalu dan diwariskan secara turun temurun serta dijaga kelestariannya.

Buah Tengkawang Tungkul menghasilkan minyak lemak yang bernilai ekonomi tinggi. Secara tradisional, minyak Tengkawang Tungkul digunakan untuk memasak, penyedap masakan, dan untuk ramuan obat-obatan.

Sedangkan di industri, minyak Tengkawang Tungkul digunakan sebagai bahan pengganti lemak cokelat, bahan farmasi dan kosmetik, pembuatan lilin, sabun, margarin, pelumas, dan lain-lain. Minyak Tengkawang Tungkul juga dikenal dengan green butter.

Tengkawang TungkulTengkawang Tungkul

Minyak buah Tengkawang Tungkul merupakan pelembab alami yang sangat baik untuk melembutkan kulit dan diserap kedalam kulit dengan mudah. Berguna juga memberikan lapisan seperti sunblock (Sun Protection Factor) yang merupakan kemampuan untuk menahan sinar matahari, sehingga dapat bermanfaat untuk melindungi kulit dari panas sinar matahari.

Pohon Tengkawang Tungkul dapat mencapai tinggi 30 M dengan garis tengah sekitar 60 cm. batangnya tegak, lurus, dan tidak berbanir. Permukaan batangnya berwarna abu-abu serta beracak-acak. Daun Tengkawang Tungkul tebal, kaku, besar dan bulat panjang. Buahnya bundar telur, berbulu tebal dan bersayap.

Pohon Tengkawang Tungkul dapat diolah menjadi kayu ringan. Yang dapat dimanfaatkan untuk konstruksi ringan, misalnya kayu lapis, perabot rumah tangga, dinding rumah, dan bahan kertas.

Tengkawang Tungkul

Penanaman Tengkawang Tungkul dilakukan dengan biji dan setelah berumur 8 atau 9 tahun baru tampak berbunga serta berbuah. Produksi buah bagus pada saat umur pohon mencapai 12 tahun lebih.

Pohon Tengkawang Tungkul hanya terdapat di pulau Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera. Pohon Tengkawang Tungkul terdiri atas belasan spesies, diantaranya Tengkawang Tungkul, Tengkawang Layar, Tengkawang Rambai, Tengkawang Terendak, Tengkawang Tengkel, Tengkawang Bungkus, Tengkawang Majau, Tengkawang Gunung, dan Tengkawang Pinang.

Pohon-pohon Tengkawang yang sudah tua dan tidak lagi produktif biasanya ditebang untuk dimanfaatkan kayunya. Kayu Tengkawang dalam dunia perdagangan umumnya tergolong ke dalam kayu meranti merah. Meranti merah merupakan salah satu kayu komersial terpenting di Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *