Tanaman Oleander

Tanaman Oleander berasal dari benua Asia, tanaman yang indah dipandang mata merupakan tumbuhan yang amat beracun dan mematikan, mulai dari daun, bunga, biji buah, dahan, dan tangkai sampai ke getah batang pohonnya. Kompenen racun yang terkandung pada tanaman oleander adalah oleandrin dan neriine yang termasuk golongan cardiac glycoside yang berefek kuat pada jantung, yaitu suatu zat yang menyebabkan perlambatan denyut jantung, dan gagal jantung.

Related image

Kulit batang pohon (bark) Oleander mengandung zat racun rosagenin yang mempunyai daya kerja seperti strychnine. Gejala keracunan segera akan timbul segera setelah memakan bagian dari tanaman Oleander, diantaranya mual dan muntah, sakit perut dan diare, mata menjadi kabur, denyut jantung melambat, koma dan akhirnya kematian.

Image result for tanaman Oleander

Di India Selatan dan Srilangka tanaman ini digunakan sebagai alat untuk bunuh diri. Racun Oleander ini dipakai bukan saja untuk bunuh diri (suicide), tetapi juga untuk membunuh orang (homicide) dan untuk menggugurkan kandungan (abortion). Pengeringan daun, biji dahan tanaman ini tidak mengurangi kadar toksisitasnya. Bahkan madu yang dihasilkan oleh lebah yang mengisap nektar dari bunga Oleander ini juga beracun untuk dikonsumsi.

Apabila ada yang keracunan Tanaman Oleander bisa diberikan norit untuk mengikat zat beracun tersebut sehingga menjadi netral untuk dikeluarkan dari tubuh. Apabila tidak berhasil bisa dilakukan dengan memberi digoxin immune fab obat produksi dari GlaxoSmithKline.

Meskipun dianggap tanaman beracun namun tanaman oleander juga mempunyai manfaat bagi kesehatan seperti Manfaat Tanaman Oleander Bagi Kesehatan
– Gagal jantung (Heart failure)
– Lemah jantung (berdebar, kaki dan tangan dingin).
– Ayan (epilepsi).
– Sesak napas (asma).
– Peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak (ekspektorant).
– Eksim (ekzema).
– Nyeri karena penggumpalan darah.

Tapi hati-hati dalam mengkonsumsi tanaman ini perlu mendapat pengawasan dokter.Wanita hamil dilarang untuk memanfaatkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *